Search

UMS peringkat 1041 Dunia, 32 di Asia Tenggara dan Peringkat 12 di Indonesia

Admin CHELSEARI on Kamis, 10 Maret 2011

Berbahagialah yang kuliah di UMS, hehehe bukan maksud menyombongkan atau apa, tp inilah bukti nyata/kongkritnya. Berdasarkan hasil pemeringkatan oleh Webometrics edisi Januari 2011, domain UMS mengalami kenaikan peringkat secara signifikan. Jika pada periode sebelumnya (Juli 2011), UMS menempati peringkat 2845 maka pada periode Januari 2011 UMS berhasil menempatkan diri di peringkat 1041 dunia, peringkat 32 di tingkat Asia Tenggara dan Peringkat 12 di Indonesia. Pencapaian ini terjadi karena adanya peningkatan peringkat pada keempat kriteria penilaian oleh Webometrics. Untuk kriteria Size, UMS mengalami kenaikan dari peringkat 3806 menjadi 1647, kriteria visibility naik dari 5277 menjadi 4340, kriteria rich files naik dari 2640 menjadi 1952, dan kriteria scholar mengalami kenaikan dari peringkat 734 menjadi 21. Semoga membawa keberkahan untuk semuanya. AMIN AMIN AMIN
Sumber :
http://www.webometrics.info/top100_continent.asp?cont=SE_Asia
http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id
More aboutUMS peringkat 1041 Dunia, 32 di Asia Tenggara dan Peringkat 12 di Indonesia

UMS PERINGKAT 28 SE-INDONESIA VERSI WEBOMETRICS

Admin CHELSEARI on Selasa, 08 Februari 2011

50 peringkat Webometrik Universitas di Indonesia


Sistem pemeringkatan Perguruan Tinggi (PT) Webometrics dan 4ICU kembali merilis daftar pemeringkatan PT terpopuler di Internet secara global pada tahun 2011. Siapakah perguruan tinggi terbaik yang berhasil mengharumkan nama Indonesia ke dalam daftar 100 universitas terbaik di dunia? Dari ribuan universitas yang tersebar di dunia, Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang masuk ke dalam 100 besar universitas terpopuler. Perguruan tinggi yang berlokasi di Bandung itu bertengger di peringkat 32 dunia.
Bagaimana dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM)? Menurut daftar yang dirilis Januari 2011 itu, UI dan UGM masing-masing berada di peringkat 155 dan 621 dunia. Sistem pemeringkatan perguruan tinggi oleh Webometrics dan 4ICU merupakan sistem pemeringkatan popularitas Perguruan Tinggi di dunia Internet. Meski berdasarkan popularitas di Internet, metode pemeringkatan ini dinilai cukup berkaitan dengan kiprah akademik PT tersebut karena kontribusinya ke publik.
Hal tersebut kemudian menjadikan sistem pemeringkatan tersebut sebagai panduan dalam upaya peningkatan kualitas. Bahkan, sejumlah kampus di Prancis merasa perlu melakukan fokus pada kegiatan internasionalisasi setelah menganalisis posisi rangking Jia Tong-nya yang rendah. Sekadar diketahui, sistem perankingan web perguruan tinggi di dunia versi Webometrics sudah cukup populer dan hasilnya selalu ditunggu-tunggu berbagai lembaga perguruan tinggi dan publik. Menjelang pengumuman pemeringkatan World-Class Universities versi Webometrics yang akan diumumkan di akhir bulan Januari 2011, lembaga perangkingan lain yaitu 4ICU sudah lebih dahulu mempublikasikan pemeringkatan perguruan tinggi di dunia berbasarkan tingkat popularitasnya di dunia internet.
Peringkat 4ICU yang terbaru sudah dirilis pada tanggal 11 Januari 2011. Lembaga 4ICU ini melakukan pemeringkatan terhadap 10.200 peguruan tinggi di 200 negara. Peringkat popularitas tersebut diukur berdasarkan tiga parameter, yaitu Google Pagerank, inbound link Yahoo!, dan web traffic berdasarkan Alexa.
Saat ini 151 perguruan tinggi Indonesia berhasil masuk pemeringkatan tersebut, atau bertambah 3 perguruan tinggi dibandingkan edisi Juli 2010.  Posisi lima besar tidak berubah dan masih ditempati oleh ITB, UI, UGM, ITS, dan Universitas Gunadarma. Hanya 2 perguruan tinggi swasta yang mampu mengimbangi dominasi perguruan tinggi negri pada peringkat sepuluh besar, yaitu Universitas Gunadarma dan Universitas Bina Nusantara.

Berikut daftar 100 besar perguruan tinggi Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar 4ICU:
Peringkat Nasional
Peringkat Dunia Nama Perguruan Tinggi
1
32 Institut Teknologi Bandung
2
155 Universitas Indonesia
3
621 Universitas Gadjah Mada
4
779 Institut Teknologi Sepuluh Nopember
5
1058 Universitas Gunadarma
6
2010 Universitas Sumatera Utara
7
2023 Universitas Diponegoro
8
2070 Universitas Bina Nusantara
9
2212 Universitas Pendidikan Indonesia
10
2218 Universitas Sebelas Maret
11
2227 Universitas Kristen Petra
12
2235 Institut Pertanian Bogor
13
2257 Universitas Padjadjaran
14
2314 Universitas Islam Indonesia
15
2330 Universitas Negeri Malang
16
2354 Universitas Sriwijaya
17
2384 Universitas Andalas
18
2391 Universitas Airlangga
19
2466 Universitas Negeri Yogyakarta
20
2478 Universitas Muhammadiyah Malang
21
2492 Universitas Lampung
22
2807 Universitas Udayana
23
2910 Universitas Brawijaya
24
2925 Universitas Mercu Buana
25
3072 Universitas Surabaya
26
3114 Universitas Hasanuddin
27
3163 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
28
3164 Universitas Muhammadiyah Surakarta
29
3231 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
30
3239 Universitas Komputer Indonesia
31
3481 Universitas Negeri Semarang
32
3811 Universitas Trisakti
33
3847 Universitas Negeri Padang
34
4081 Universitas Katolik Parahyangan
35
4500 Universitas Ahmad Dahlan
36
4718 Universitas Negeri Surabaya
37
4997 Universitas Syiah Kuala
38
5604 Universitas Kristen Duta Wacana
39
5660 Universitas Riau
40
5746 Universitas Jember
41
5878 Universitas Tarumanagara
42
5888 Universitas Jenderal Soedirman
43
5895 Universitas Presiden
44
5920 Universitas Bangka Belitung
45
5921 Universitas Pelita Harapan
46
5946 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
47
6046 Universitas Negeri Makassar
48
6047 UPN Veteran Yogyakarta
49
6088 Universitas Negeri Meda
50 6150 Universitas Sanata Dharma
More aboutUMS PERINGKAT 28 SE-INDONESIA VERSI WEBOMETRICS

marketing mix 4p

Admin CHELSEARI on Senin, 17 Januari 2011

marketing mix atau bauran pemasaran. Bauran pemasaran merupakan salah satu bagian dari konsep pemasaran modern, tetapi harus di ingat bahwa pemasaran bukanlah marketing mix.
Menurut Kotler (2005:17) menyatakan bahwa “Bauran Pemasaran (Marketing Mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran”. Berdasarkan definisi tersebut diatas bahwa bauran pemasaran adalah kombinasi beberapa elemen bauran pemasaran untuk memperoleh pasar, pangsa pasar yang lebih besar, posisi bersaing yang kuat dan citra positif pada pelanggan sehingga dapat kita artikan bahwa tujuan pemasaran adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan, meningkatkan hasil penjualan, serta dapat memberikan keuntungan untuk perusahaan dan stakeholdernya.

Konsep marketing mix yang pertama kali dikenalkan oleh Jerome McCarthy mempunyai empat variabel yang biasa dikenal dengan 4P yaitu product, price, promotion, dan place. Berkat Jerome McCarthy lah konsep 4P kemudian dikenal luas oleh masyarakat dan sering menjadi rujukan jika membahas tentang pemasaran. Untuk lebih jelasnya, mengenai strategi bauran pemasaran ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini :








Gambar diatas menunjukkan perusahaan yang mempersiapkan bauran tawaran yang terdiri dari produk, jasa, dan harga serta memanfaatkan bauran promosi yang terdiri dari promosi penjualan, periklanan, tenaga penjualan, humas, surat langsung, pemasaran jarak jauh (telemarketing), dan internet untuk mencapai saluran perdagangan dan pelanggan sasaran. Perusahaan tersebut dapat mengubah harga, banyaknya tenaga pemasaran, dan pengeluaran periklanan dalam jangka pendek. Ia dapat mengembangkan produk baru dan memodifikasi saluran distribusinya hanya dalam jangka panjang. Dengan demikian, perusahaan umumnya membuat lebih sedikit perubahan bauran pemasaran dari periode ke periode dalam jangka pendek dibandingkan jumlah yang mungkin disarankan oleh variabel-variabel keputusan bauran pemasaran.
Oleh karena itu, perusahaan yang menjadi pemenang adalah perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan hemat dan nyaman serta dengan komunikasi yang efektif. Untuk lebih jelas mengenai konsep 4P tersebut, dibawah ini akan dipaparkan satu-persatu mengenai ke empat variabel tersebut.

1. Product (Produk)
produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terdiri atas barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi dan ide.
Pada dasarnya konsumen membeli manfaat dan nilai dari suatu produk yang ditawarkan bukan membeli barang atau jasa. Penawaran suatu produk dibedakan berdasarkan lima tingkatan seperti dikutip oleh Fandy Tjiptono (1997:96), yaitu :
a. Manfaat Inti (Core Benefit)
Tingkatan pertama atau merupakan tingkatan paling dasar dimana manfaat inti yang sesungguhnya dicari konsumen atau pelanggan ketika mereka membeli.
b. Produk Dasar (Basic Product)
Tingkatan kedua dimana pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi produk dasar.
c. Produk yang Diharapkan (Expected Product)
Tingkatan ketiga dimana sebuah set atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli.
d. Produk Dengan Nilai Tambah (Augmented Product)
Tingkatan keempat dimana pemasar menyediakan sesuatunya melebihi harapan konsumen.
e. Potensi Produk (Potential Product)
Tingkatan kelima dimana penyedia produk dan jasa mencari sesuatu yang bisa melampaui semua harapan pelanggan untuk menyenangkan pelanggan dan membedakan penawaran mereka dari pesaing-pesaingnya.

2. Price (Harga)
Harga merupakan unsur terpenting dalam bauran pemasaran setelah produk dan merupakan satu-satunya unsur dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan penjualan sedangkan unsur-unsur lainnya merupakan biaya saja. Keputusan-keputusan mengenai harga mencakup tingkat harga, potongan harga, keringanan, periode pemasaran, dan rencana iklan yang dibuat oleh produsen.
Penetapan harga merupakan suatu masalah jika perusahaan akan menetapkan harga untuk pertama kalinya. Ini terjadi ketika perusahaan mengembangkan atau memperoleh produk baru, ketika akan memperkenalkan produknya ke saluran distribusi baru atau daerah baru, ketika akan melakukan penawaran atas suatu perjanjian kerja baru. Perusahaan harus memutuskan dimana ia akan mendapatkan produknya berdasarkan mutu dan harga. Perusahaan dapat menempatkan produknya di tengah pasar atau pada tiga tingkat di atasnya atau tiga tingkat di bawahnya.

3. Place (Tempat atau Distribusi)
Sebelum produsen memasarkan produknya, maka sudah ada perencanaan tentang pola distribusi yang akan dilakukan. Disini penting sekali perantara dan pemilihan saluran distribusinya. Perantara ialah sangat penting karena dalam segala hal, mereka lah yang berhubungan langsung dengan konsumen.
Lokasi sering pula disebut sebagai saluran distribusi yaitu suatu perangkat organisasi yang saling tergantung dalam penyedia suatu produk atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis. “Tempat termasuk berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran”.

4. Promotion (Promosi)
Promosi pada dasarnya adalah bentuk komunikasi pemasaran. “Promosi meliputi semua kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan produknya kepada pasar sasaran”. Sebagaimana dikutip dari Fandy Tjiptono (1997:219), komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebabkan informasi, mempengaruhi, membujuk dan atau meningkatkan pasar sasaran atau perusahaan dan produknya yang ada di pasar agar konsumen atau pelanggan bersedia menerima, membeli dan loyal kepada produk yang ditawarkan.
More aboutmarketing mix 4p

10 Gedung Tertinggi di Jakarta

Admin CHELSEARI on Rabu, 08 Desember 2010

10 Gedung Tertinggi di Jakarta

Jakarta sebagai kota megapolitan ‘ditumbuhi’ gedung-gedung pencakar langit. Data dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ada sekitar 700 gedung tinggi di Jakarta.
Tapi di antara ratusan gedung tinggi di Jakarta itu ada 10 yang tertinggi. Berikut 10 gedung tertinggi di Jakarta berdasarkan riset VIVAnews.com.
1. Wisma 46

Wisma 46 adalah bangunan tertinggi
Indonesia yang memiliki tinggi 262 meter (hingga pucuk antena ). Gedung ini terletak di Jalan Sudirman, Jakarta.
Wisma BNI
Menara perkantoran bertingkat 46 ini selesai tahun 1996 yang dirancang oleh Zeidler Roberts Partnership (Zeidler Partnership Architects) dan DP Architects Private Ltd. Menara ini terletak di sebuah tanah seluas 15 hektar di pusat kota. Selain itu, gedung ini berisi 23 elevator yang dapat mencapai kecepatan 360 mpm dalam model berkecepatan super tinggi. Wisma 46 adalah bangunan tertinggi ke-147 di dunia bila dihitung hingga puncak. Juga bangunan tertinggi kedua di belahan Bumi selatan. Bila dihitung hingga ke atap, menara ini setinggi 228 meter dan bila dihitung hingga atap terendah, tingginya hanya 200 meter.

2. Menara BCA
Menara BCA berada di kawasan Bundaran HI Jakarta. Gedung ini memiliki tinggi 230 meter dan punya 56 lantai.
Menara BCA
Menara BCA dibangun pada tahun 2004 dan selesai tahun 2007. Gedung ini ditempati sebagai pusat perkantoran, restoran, mal hingga
fitness center.

3. The Peak
The Peak adalah sebuah apartemen di Jakarta yang memiliki dua tower. Model menara kembar The Peak selintas memang mirip dengan menara kembar Petronas di Malayasia.
The Peak
Selain itu, The Peak memiliki 55 lantai dengan tinggi gedung 218.
5 meter. Gedung ini dibangun sejak tahun 2003 dan selesai dibangun pada Juni 2006. Bangunan ini didesain oleh DP Architects.

4. Graha Energi
Gedung ini selesai dibangun pada tahun 2008 dan memiliki 55 lantai. Lokasinya berada di kawasan Sudirman, Jakarta. Bangunan tinggi ini dipakai sebagai perkantoran dan restoran.
Graha Energi
Graha Energi memiliki tinggi 217 meter, dibangun oleh PT Api Metra Graha. Sedangkan untuk desain arsitekturnya dibuat oleh Kohn Pederson Fox Association.

5. Kempinski Residences
Pembangunan apartemen yang menjadi satu dengan bekas Hotel Indonesia ini, selesai pada tahun 2009. Gedung ini dibangun dengan ketinggian 217 meter dengan jumlah 57 lantai.’
Hotel Indonesia Kempinski
Bangunan ini tepat berada di jantung kota Jakarta, yakni kawasan Bundaran HI. 6. Bakrie Tower
Gedung pencakar langit ini berada di kompleks Rasuna Epicentrum. Gedung ini memiliki tinggi 215 meter dan jumlah lantai sebanyak 40. Gedung Bakrie Tower sebagian digunakan perkantoran untuk perusahaan di grup Bakrie.

Bakrie Tower

Bakrie Tower rampung dibangun pada Januari 2009. Gedung ini adalah pembangunan tahap pertama dari megaproyek Rasuna Epicentrum yang dikerjakan oleh PT Bakrieland Development.
Untuk pengamanannya gedung ini menggunakan perangkat lunak yang disebut Visitor Management System (VMS).


7. Ritz Carlton Tower B

Ketinggian gedung pencakar langit yang dijadikan sebagai
hotel ini mencapai 212 meter. Gedung ini memiliki 48 lantai.
Hotel Ritz Carlton, Jakarta

Selain dipakai sebagai hotel, gedung ini juga digunakan sebagai tempat hunian. Gedung ini berlokasi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Bangunan ini pernah terkena ledakan bom bersama dengan Hotel JW Marriott tahun 2009.

8. Plaza Indonesia Extension

Bangunan baru di kompleks Plaza Indonesia ini memiliki tinggi 210 meter dengan jumlah lantai 48.

Plaza Indonesia

Gedung ini selesai dibangun tahun 2009, terletak di Jalan Thamrin Jakarta Pusat.
Selain sebagia pusat perbelanjaan, gedung ini juga dipakai sebagai pusat perkantoran.


9. Icon Residences aka St Regis

Gedung pencakar langit ini memiliki ketinggian 200 meter. Jumlah lantainya sebanyak 47.

The Icon Residences aka St Regis

Gedung ini dibangun oleh Duta Anggada Realty dan didesain oleh
DiMarzio Kato Architecture, Skidmore, Owings & Merrill LLP. Gedung ini berlokasi di Jalan Sudirman Jakarta. Bangunan ini selesai dibangun tahun 2008. 10. Wisma Mulia
Wisma Mulia memiliki tinggi 195,1 meter. Gedung ini memiliki 54 lantai dan selesai dibangun tahun 2003.

Wisma Mulia

Lokasinya terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Wisma Mulia digunakan sebagai gedung perkantoran.
source: http://metro.vivanews.com/news/read/190216-10-gedung-tertinggi-di-jakarta–ii-
More about10 Gedung Tertinggi di Jakarta

NPV,IRR,PI DASAR-DASAR PENGANGGARAN MODAL

Admin CHELSEARI

Manajemen Keuangan

MANAJEMEN KEUANGAN
PERTEMUAN
DASAR-DASAR PENGANGGARAN MODAL

A. DEFINISI DAN METODE
Modal atau capital disini merujuk pada aktiva tetap yang digunakan dalam operasi perusahaan. Sedangkan anggaran atau budget adalah suatu rencana yang menjelaskan arus kas keluar dan arus kas masuk yang di proyeksikan (diprediksi) selama periode tertentu dimasa yang akan datang. Anggaran modal adalah suatu tinjauan umum tentang pengeluaran –pengeluaran terencana pada aktiva-aktiva tetap. Penganggaran modal adalah keseluruhan proses menganalisis proyek-proyek dan menentukan apakah proyek-proyek tersebut harus dimasukkan dalam anggaran modal (capital budget).
Keputusan-kepetusan penganggaran modal sangat penting karena :
1. Inplikasi dari keputusan tersebut akan berlangsung terus hingga suatu periode yang cukup lama atau memiliki konsekuensi jangka panjang
2. Menentukan bentuk-bentuk aktiva yang dimiliki perusahaan.
3. Melibatkan pengeluaran yang besar
Perusahaan dapat mengklasifikasi proyek-proyek yang dianalisis dalam beberapa kategori proyek :
1. Penggantian (reflecement) untuk mempertahankan bisnis yang ada.
2. Penggantian untuk mengurangi biaya
3. Pengembangan produk yangada atau pasar sekarang
4. Mengembangkan produk baru atau pasar baru
5. Keamanan dan lingkungan
Proses penganggaran modal memiliki prosedur yang sama seperti proses menilai sekuritas (misalnya saham atau obligasi) proses tersebut adalah :
1. Arus kas proyek di perkirakan
2. Risiko dari arus kas proyek ditentukan dan digunakan bersama WACC perusahaan untuk memperkirakan tingkat diskonto (discount rate) proyek yang disebut “biaya modal proyek “ atau project cost of capital.
3. Arus kas didiskonto untuk menghitung present valuenya
4. Present value dari pemasukan (arus kas masuk atau cash inflows) dibandingkan dengan present value dari pengeluaran atau biaya (arus kas keluar atau cash outplows). Jika present value arus kas masuk lebih besar, proyek seharusnya diterima kerena akan meningkatkan nilai perusahaa.
Memperkirakan arus kas proyek merupakan langkah yang penting sekaligus paling rumit. Setelah arus kas proyek diperkirakan, langkah berikutnya adalah dievaluasi dengan menggunakan suatu metode untuk menentukan apakah proyek harus diterima atau ditolak. Paling tidak ada lima metode yang dapat digunakan yaitu ; (1). Payback period, (2). Net Present Value / IRR , (3). Internal Rate of Return / IRR, (4). Profitability Index / PI , (5). Modified IRR / MIRR

B. METODE PAYBACK PERIOD
Payback period adalah periode waktu yangh diperlukan untukmengembalikan investasi pada proyek .
Contoh :

Tahun Perkiraan arus kas bersih setelah pajak proyek X
(Rp Arus kas kumulatif
(Rp)
0 (1.000.000,- ) (1.000.000,- )
1 500.000,- ( 500.000,- )
2 400.000,- ( 100.000,- )
3 300.000,- 200.000,-
4 100.000,- 300.000,-

Investasi sebesar Rp. 1.000.000,- dapat dikembalikan pada akjir tahun ke 3. Tidak ada batas waktu yang jelas, semua tergantung pada pemilik modal. Namun pada umumnya, payback period yang pendek lebih disukai para pemilik modal. Keuntungan metode payback period, mudah dihitung dan dimengerti. Selain itu, payback period memberikan informasi mengenai informasi mengenai risiko dan likuiditas proyek. Proyek yang paycabk periodnya pendek memiliki risiko yang lebih kecil dan likuiditasnya yang lebih pendek. Kelemahan metode payback period, mengabaikan arus kas setelah payback period dan nilai waktu uang.
Contoh :
Tahun Perkiraaan Arus Kas Proyek A (Rp) Perkiraaan Arus Kas Proyek B (Rp) Perkiraaan Arus Kas Proyek C (Rp) Perkiraaan Arus Kas Proyek D (Rp)
0 ( 1.000.000,- ) ( 1.000.000,- ) ( 1.000.000,- ) ( 1.000.000,- )
1 1.000.000,- 500.000,- - 800.000,-
2 100.000,- 1.000.000,- 900.000,- 100.000,-
3 - 2.000.000,- 100.000,- 100.000,-
4 - 1.000.000,-

Paycak period proyek A = 1 tahun
Payback period proyek B = 1, 5 tahun
Menurut metode pacback period, proyek A lebih baik, tetapi sebenarnya proyek B lebih menguntungkan karena pada tahun ke 3 dan 4 proyek B masih menghasilkan arus kas sebesar Rp. 3.000.000,- sementara pada proyek A sudah berhenti memberikan pemasukan.
Proyek C dan D memiliki payback period yang sama yaitu 3 tahun, tetapi proyek D sebenarnya lebih menarik karena memberikan Rp. 800.000,- pada tahun pertama sementara proyek C tidak memberikan apa-apa. Present value arus kas masuk proyek D lebih besar dari present value arus kas masuk proyek C

C. METODE NET PRESENT VALUE / NPV
Metode ini menggunakan teknik discounted cash flows (DCF) untuk memperhitungkan nilai waktu uang dari semua arus kas proyek.
NPV didefinisikan dengan rumus sebagai berikut :


Dimana :
CF1 = Cash Flows atau arus kas pada waktu t
k = Biaya modal proyek (project cost of capital)
t = Periode waktu
n = usia proyek
Arus kas dapat berupa pengeluaran-pengeluaran (cah out flows) dan penerimaan ( cash inflows ) . Cash inflows diberi tanda – (negatif) dan cash inflows di beri tanda + (positif). Kriteria penerimaaan : NPV nol atau positif, yang berarti present value dari arus kas masuk sama dengan atau lebih besar dari present value dari arus kas keluar. Dengan demikian, jika NPV proyek negatif, proyek tersebut harus di tolak. Jika ada dua proyek bersifat “ mutually exelusive “ ( artinya hanya satu yang dipilih ) maka proyek yang dipilih NPV positif yang terbesar yang dipilih.
Contoh :
Tahun Perkiraan Arus Kas Proyek X (Rp)
0 ( 1.000.000,- )
1 500.000,-
2 400.000,-
3 300.000,-
4 100.000,-

Biaya modal proyek adalah 10 %

= - 1.000.000 + 454.550 + 330.580 + 225.390 + 68.300
= 78.820
Karena NPV adalah positif, proyek ini dapat diterima.
NPV sebesar nol menunjukkan bahwa arus kas proyek tepat cukup untuk ; (1) membayar kembali modal yang dinvestasikan, dan (2). Menyediakan tingkat keuntungan yang diisyaratka pada modal (biaya modal proyek).
Jika NPV adalah positif, arus kas proyek menghasilkan suatu “ sisa keuntungan” atau exess return yang akan dinikmati oleh para pemegang saham (pemilik) perusahaan). Jadi jika perusahaan mengambil proyek dengan NPV positif, nilai perusahaan (harga saham) akan naik yang berarti kesejahteraan pemegang saham (wealth of stockholders) naik. Jika perusahaan mengambil proyek hanya dengan NPV = 0, harga saham tidak berubah karena proyek hanya menghasilkan keuntungan sebesar yang diisyarakatkan. Metode NPV ini dipandang sebagai pengukur profitabilitas suatu proyek yang terbaik karena metode ini memfokuskan pada kontribusi proyek kepada kemakmuran pemegang saham.

D. METODE INTERNAL RATE OF RETURN / IRR
IRR adalah suatu tingkat diskonto (discount rate) yang menyamakan present value cash inflows dengan present value cash outflows. Atau tingkat diskonto yang membuat NPV = 0. IRR juga diartikan sebagai “ tingkat keuntungan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh proyek “atau “ expected rate return. Rumus untuk menghitung IRR adalah sebagai berikut :

Di Mana :
r = IRR atau tingkat diskonto yang menyebabkan NPV = 0
Contoh :
Tahun Perkiraan Arus Kas Proyek “X”
0 (1.000.000,- )
1 500.000,-
2 400.000,-
3 300.000,-
4 100.000,-


r atau IRR dapat dicari dengan bantuak table PVIF, untuk itu kita harus menggunakan teknik coba-coba atau “ trial and error”
Misalnya, Jika r = 14 %, NPV = 8083
Jikar = 15 %, NPV = -8330
Artinya r yang membuat NPV = 0 adalah diantara 14 % sampai 15 %.
Kriteria penerimaan proyek : jika IRR lebih besar atau sama dengan project cost of capital , proyek harus ditolak. Mengapa ? IRR dapat dipandang sebagai suatu tingkat keuntungan yang diharapkan dari proyek (expected rate of return). Sedangkan project cost of capital adalah tingkat keuntungan yang diisyaratkan (required rate of return).
Jika IRR lebih besar dari dari biaya modal proyek, proyek dapat membayar biaya modal proyek dan tetap menghasilkan suatu surplus keuntungan yang dinikmati oleh pemegang saham. Dengan demikian mengambil proyek yang IRR nya lebih besar dari biaya modal proyek akan meningkatkan kemakmuran pemegang saham.
Jika IRR sama dengan biaya modal proyek, proyek diperkirakan akan menghasilkan keuntungan sebesar yang diisyaratkan oleh pemilih modal, tidak lebih tidak kurang. Kondisi ini tentunya masih daptr diterima oleh pemilik modal (baik pemilik modal asing atau kreditur maupun pemilik modal sendiri.
Jika terdapat 2 proyek yang bersifat mutually exclucive , proyek dengan IRR yang lebih tinggi yang sebaiknya dipilih, dengan asumsi IRR kedua lebi besar atau sama dengan biaya modal proyek. Pada kondisi ini, proyek dengan IRR terbesar yang dipilih, dengan asumsi IRR biaya modal.
E. METODE PROFITABILITY INDEX / PI
Profitability Index atau PI adalah rasio antara Present Value Penerimaaan arus kas dan Present Value pengeluaran arus kas. Metode ini sering disebut “Benefit Cost Ratio”.

Contoh :
Tahun Arus kas Proyek “X”
0 (1.000.000,-)
1 500.000,-
2 400.000,-
3 300.000,-
4 100.000,-

Biaya modal proyek = 10 %

PI
Kriteria penerimaaan proyek : suatu proyek diterima jika PI proyek adalah sama dengan atau lebih besar dati 1. Jika PI proyek sama dengan atau lebih besar dari 1, artinya PV penerimaan sama dengan atau lebih besar dari PV pengeluaran. Sebaliknya, jika PI proyek lebih kecil dari 1, proyek di tolak. Untuk proyek yang mutually exclusive, proyek dengan PI lebih besar yang dipilih, dengan catatan PI 1.
F. PERBANDINGAN ANTARA METODE NPV DAN IRR
Secara matematis, metode NPV, IRR, dan PI selalu memberikan rekomendasi yang sama untuk menerima atau menolak proyek-proyek yang independent (bukan mutually exclusive). Dua proyek disebut independent jika keputusan terima / tolak proyek satu tidak mempengaruhi keputusan terima/tolak proyek lainnya.
JIka suatu proyek memiliki NPV = 0, maka IRR = biaya modal dan PI = 1. Oleh karena itu, jika NPV IRR biaya modal dan PI 1.
Contoh :
Tahun Perkiraan Arus kas Proyek “X”
0 (1.000.000,-)
1 500.000,-
2 400.000,-
3 300.000,-
4 100.000,-

Biaya modal proyek adalah 10 %
NPV proyek = 79.820
IRR proyek = 14,5 %
PI proyek = 1,079
Menurut ke 3 metode tersebut, proyek harus diterima karena : NPV positif, IRR lebih besar dari biaya modal proyek dan PI lebih besar dari 1.
G. PERUBAHAN BIAYA MODAL DAN NPV
Selama ini kita selalu mengasumsikan bahwa biaya modal konstsan dari waktu kewaktu. Seandainya perusahaan mengantisipasi bahwa biaya modal tidak konstan, perhitungan NPV harus memasukkan fenomena ini.
Contoh :
Tahun Arus Kas Proyek
0 ( 10.000.000,-)
1 4.100.000,-
2 4.100.000,-
3 4.100.000,-

Jika biaya modal tetap 10 % sepanjang usia proyek .

= 195.000
Seandainya biaya modal tidak tetap , tapi diperkirakan 10 % tahun 1, 12 % pada tahun 2 dan 14 % pada tahun 3, maka :

= - 26.000
More aboutNPV,IRR,PI DASAR-DASAR PENGANGGARAN MODAL